Rabu, 16 Maret 2016

Kebudayaan Kalimantan Barat

Kebudayaan Kalimantan Barat

Penduduk asli Kalimantan dapat digolongkan dalam 4 kelompok: Melayu, Melayu-Dayak, Dayak, dan Dayak-Melayu. Ada 5 budaya dasar masyarakat asli rumpun Austronesia di Kalimantan atau Etnis Orang Kalimantan yaitu Melayu, Dayak, Banjar, Kutai dan Paser. Suku Melayu menempati wilayah pulau Karimata dan pesisir Kalimantan Barat, Sarawak, Brunei sehingga pesisir Sabah. Suku Banjar menempati pesisir Kalteng, Kalsel hingga Kaltim. Suku Kutai dan Paser menempati wilayah Kaltim. Sedangkan suku Dayak menempati seluruh daerah pedalaman Kalimantan. Keberadaan orang Tionghoa yang banyak di kota Singkawang dapat disamakan komunitas Cina Benteng yang bermukim di Kota Tangerang dekat Jakarta.


Memang beberapa kota di pulau Kalimantan diduduki secara politis oleh mayoritas suku-suku imigran seperti suku Hakka (Singkawang), suku Jawa (Balikpapan, Samarinda), Bugis (Balikpapan, Samarinda, Pagatan, Nunukan, Tawau) dan sebagainya. Suku-suku imigran tersebut berusaha memasukkan unsur budayanya dengan alasan tertentu, padahal mereka tidak memiliki wilayaa adat dan tidak diakui sebagai suku asli Kalimantan, walaupun keberadaannya telah lama datang menyeberang ke pulau ini. Suku Bugis merupakan suku transmigran pertama menetap, ber-inkorporasi dan memiliki hubungan historis dengan kerajaan-kerajaan Melayu (baca: kerajaan Islam) di Kalimantan. Beberapa waktu yang lalu suku Bugis, mengangkat seorang panglima adat untuk pulau Nunukan yang menimbulkan reaksi oleh lembaga adat suku-suku asli.


Tari Rindang Kemantis adalah gabungan tarian yang mengambil unsur seni beberapa etnis di Balikpapan seperti Banjar, Dayak, Bugis, Jawa, Padang dan Sunda dianggap kurang mencerminkan budaya lokal sehingga menimbulkan protes lembaga adat suku-suku lokal. Di Balikpapan pembentukan Brigade Lagaligosebuah organisasi kemasyarakatan warga perantuan asal Sulawesi Selatan dianggap provokasi dan ditentang ormas suku lokal. Kota Sampit pernah dianggap sebagai Sampang ke-2. Walikota Singkawang yang berasal dari suku Tionghoa membangun di pusat kota Singkawang sebuah patung liong yaitu naga khas budaya Tionghoa yang lazim ditaruh di kelenteng sehingga menimbulkan protes oleh kelompok Front Pembela Islam, Front Pembela Melayu dan aliansi LSM., di lain pihak, suku Dayak mendukung keberadaan patung naga tersebut. Dalam budaya Kalimantan karakter naga biasanya disandingkan dengan karakter enggang gading, yang melambangkan keharmonisan dunia atas dan dunia bawah. Seorang tokoh suku imigran telah membuat tulisan yang menyinggung etnis Melayu. Walaupun demikian sebagian budaya suku-suku Kalimantan merupakan hasil adaptasi, akulturasi, asimilasi, amalgamasi, dan inkorporasi unsur-unsur budaya dari luar misalnya sarung Samarindasarung Pagatanwayang kulit Banjar, benang bintik (batik Dayak Ngaju), ampik (batik Dayak Kenyah), tari zafin dan sebagainya. 


Pada dasarnya budaya Kalimantan terbagi menjadi budaya pedalaman dan budaya pesisir. Atraksi kedua budaya ini setiap tahun ditampilkan dalam Festival Borneo yang ikuti oleh keempat provinsi di Kalimantan diadakan bergiliran masing-masing provinsi. Kalimantan kaya dengan budaya kuliner, diantaranya masakan sari laut.



Geografi

Propinsi Kalimantan Barat terletak di bagian barat Pulau Kalimantan dan merupakan satu-satunya wilayah propinsi di Indonesia yang paling panjang dilalui oleh garis khatulistiwa. Garis lintas 0° itu persis di atas kota Pontianak, ibukota propinsi ini, dan karena itu pula Pontianak dikenal sebagai Kota Khatulistiwa.


Wilayah Propinsi Kalimantan Barat terletak di atara 2° 8' LU dan 3° 05 LS, 108° 0' dan 114° 10 BT. Di sebelah barat dibatasi oleh Laut Natuna dan Selat Karimata, sebelah timur berbatasan dengan Propinsi Kalimantan Timur dan Kalimantan Tengah, sebelah selatan dibatasi oleh Laut Jawa, sebelah utara berbatasan langsung dengan wilayah Malaysia (Serawak) berupa daratan sepanjang 1.200 km.


Kalimantan Barat merupakan salah satu propinsi terluas setelah Irian Jaya, Kalimantan Timur, dan Kalimantan Tengah dengan luas wilayah 146.807 km atau 7,6 % dari luas daratan Indonesia.



Bahasa

Bahasa Indonesia merupakan bahasa yang secara umum dipakai oleh masyarakat di Kalimantan Barat. Selain itu bahasa penghubung, yaitu bahasa Melayu Pontianak, Melayu Sambas dan Bahasa Senganan menurut wilayah penyebarannya. Demikian juga terdapat beragam jenis Bahasa Dayak, Menurut penelitian Institut Dayakologi terdapat 188 dialek yang dituturkan oleh suku Dayak dan Bahasa Tionghoa seperti Tiochiu dan Khek/Hakka. Dialek yang di masksudkan terhadap bahasa suku Dayak ini adalah begitu banyaknya kemiripannya dengan bahasa Melayu, hanya kebanyakan berbeda di ujung kata seperti makan (Melayu), makatn (Kanayatn), makai (Iban) dan makot (Melahui).


Khusus untuk rumpun Uut Danum, bahasanya boleh dikatakan berdiri sendiri dan bukan merupakan dialek dari kelompok Dayak lainnya. Dialeknya justru ada pada beberapa sub suku Dayak Uut Danum sendiri. Seperti pada bahasa sub suku Dohoi misalnya, untuk mengatakan makan saja terdiri dari minimal 16 kosa kata, mulai dari yang paling halus sampai ke yang paling kasar. Misalnya saja ngolasut (sedang halus), kuman (umum), dekak (untuk yang lebih tua atau dihormati), ngonahuk (kasar), monirak (paling kasar) dan Macuh (untuk arwah orang mati).Bahasa Melayu di Kalimantan Barat terdiri atas beberapa jenis, antara lain Bahasa Melayu Pontianak dan Bahasa Melayu Sambas. Bahasa Melayu Pontianak sendiri memiliki logat yang sama dengan bahas Melayu Malaysia dan Melayu Riau.



Mata Pencarian

Model Kelola Asset Alam sangat dipengaruhi oleh kondisi bentang alam yang ada di Kalimantan serta perkembangan jaman. Hutan & Pegunungan, Sungai, Lahan Basah dan Pesisir merupakan wilayah kelola asset secara umum. Pada jaman purba penduduk memelihara petak-petak sagu bukit disamping kegiatan berburu, seperti suku Penan.


Mereka juga telah menanam pohon buah-buahan dan umbi umbian. Hal ini mungkin merupakan usaha-usaha pertanian yang tertua di Borneo. Dengan pemanenan sagu dan umbi-umbian yang pasti dan teratur, terbentuklah pemukiman menetap disepanjang sungai dan daerah pantai dan mereka mulai menangkap ikan dan mengumpulkan kerang (Bellwood, 1988). Ketika datang migran dari bangsa Mongoloid mereka membawa cara budidaya padi dari daratan Asia kira-kira 5.000 tahun yang lalu (Glover, 1979) Pemukiman tetap dan pemanenan padi memerlukan pembukaan lahan. Berkembanglah sistem perladangan gilir balik.


Kisah Desa Legetang dan Kota Pompeii

Tragedi Musnahnya Dese Legetang 1955


Sampai saat ini, dataran tinggi Dieng merupakan kawasan yang masih labil. Otoritas yang berwenang pun telah menyebarkan peringatan tentang hal tersebut. Di wilayah yang sejatinya merupakan kaldera raksasa ini dapat saja terjadi pergerakan tanah yang tiba-tiba, baik itu merekah maupun longsor. Rekan-rekan Kompasianer mungkin ada yang belum mendengar cerita tentang sebuah dusun yang hilang karena “ketiban gunung”. Pada tengah malam tanggal 16 April 1955, menjelang pergantian hari, Dusun Legetang yang masuk dalam wilayah administrasi Desa Pekasiran, Kecamatan Batur, Banjarnegara, tiba-tiba lenyap dari permukaan bumi. Penyebabnya adalah potongan puncak gunung/bukit Pengamun-amun yang beberapa minggu sebelumnya telah terlihat retakannya, pada malam yang dingin itu bongkahan tanah berukuran raksasa tersebut tiba-tiba “terbang” dan berpindah ke lembah dimana Dusun Legetang berada. Sebanyak 332 jiwa penduduk Dusun Legetang dan 19 orang dari desa-desa tetangga yang tengah berkunjung ke dusun tersebut ikut tertimbun dan dianggap meninggal. Beredar cerita tentang kondisi sosial masyarakat dusun yang sebagian besar berperilaku kurang terpuji, yang mengingatkan orang akan kaum Sodom Gomorah yang dihukum Tuhan dengan cara yang kurang lebih sama. Yang sangat aneh dan menjadi misteri adalah, mengapa kawasan antara kaki gunung dan perbatasan Dusun Legetang yang berjarak beberapa ratus meter (jurang dan sungai), tidak ikut tertimbun. Terbangkah bongkahan longsoran gunung Pengamun-amun itu? Wallahualam. 





Kisah Kota Pompeii


Perjalanan panjang peradaban dunia memuat jutaan kisah tentang pelajaran hidup. Ada kisah yang penuh suka, ada pula yang berbalut duka. Satu kisah miris tentang sebuah Kota yang seketika hancur dalam satu malam karena amukan bencana ternyata bukan menjadi cerita dongeng semata.
Kisah yang melegenda itu berasal dari negeri Italia. Hilang dan terkuburnya Kota Pompeii adalah cerita yang patut direnungkan. Bukti sejarah terkuburnya Pompeii nyata adalah bukti kota yang seketika diazab oleh Sang pemilik kehidupan, kota yang hancur dan tenggelam hanya dalam hitungan malam.
Kala itu, matahari yang makin meninggi bukan menjadi awalan hari bagi ribuan penduduk Kota Pompeii. Kota yang megah di kaki Gunung Api Vesuvius itu belum sepenuhnya terbangun, mereka masih terlelap seelah menghabiskan malam dengan pesta pora, perayaan, dan ingar bingar tanpa henti.
Pada masanya, layaknya Kota Las Vegas di masa kini. Kehidupan gemerlap malam, kegilaan duniawi, arak, alkohol, seks, dan semua jenis candu luluh dalam deru nafas dan aliran darah penduduk Kota Vesuvius. Setiap malamnya mereka berpesta, kekayaan dan kemegahan Kota Pompeii melelapkan mereka dari segala kewajiban pekerjaan dan mencari nafkah.
Namun, di siang itu, kalender Masehi mencatatkan tanggal 24 Agustus tahun 79 Masehi. Sejarah Kota Pompeii yang melegenda karena gemerlap malamnya nampak masih tertidur dalam kelelahan usai pesta. Dalam sekejap, bumi bergetar hebat, guncangan menghentak semua penduduk dan membangunkan mereka yang masih termabuk oleh kerasnya alkohol. Semua yang diam seketika berguncang.
Tak sampai semenit, guncangan berubah menjadi gemuruh dahsyat dari puncak Gunung Vesuvius. Gunung api itu ternyata sedang terbangun. Dapur magmanya yang besar sedang mendidih, bersiap memuntahkan isinya melalui celah sempit kawahnya. Sementara itu, di Kota Pompeii seluruh bangunan yang rapuh, berikut patung-patung besar berpose mesum, rumah bordil semi permanen, arena gladiator yang dipakai berjudi, serta gedung teater rubuh seketika.
Dilansir dari laman BBC, Pliny seorang pejabat dari Romawi yang selamat dari bencana Kota Pompeii menuliskan kisah di hari itu lewat coretan surat-surat peninggalan bersejarah, Ia mengisahkan, setelah bunyi gemuruh dari Vesuvius, Orang Pompeii tumpah ke jalan dalam pandangan kosong tak mengerti apa yang sedang terhadi.
Dalam sekejap, Gunung Vesuvius pun meletus. Memuntahkan semua isi perutnya pada suhu puncak didih. Batuan vulkanik, pasir, debu, aliran prioklastik, hingga lava yang merah mendidih seketika meluber dari mulut kawah. Mengalir deras ke arah Kota Pompeii. Letusan yang berlangsung seharian itu pun tak bisa dibendung sama sekali, terjadi berjarak hanya sekian kilometer dari puncak Vesuvius tak bisa mengelak sama sekali dari derasnya bencana letusan Gunung Vesuvius.
Akhirnya, Kota maksiat itu pun terkubur total. Sejarah mencatat ada 20.000 jiwa warga yang terjebak dalam bencana dahsyat Vesuvius. Lahar panas yang mengalir deras menghanguskan seluruh Kota Pompeii hanya dalam satu hari. Mengenggelamkan kota itu hingga sedalam tiga meter. Sejak bencana itu, Kota Pompeii pun hilang dalam peradaban Kekaisaran Romawi. Pompeii pun dilupakan sejarah, hingga akhirnya ditemukan pada tahun 1748.
Pasca ditemukan secara tak sengaja oleh arkeolog di wilayah yang kini bernama Campania, Tenggara Kota Napoli, Italia, penemuan Kota Pompeii pun mengejutkan dunia. Sejarah peradaban Pompeii akhirnya terkuak. Satu hal yang paling menarik, artefak kota maksiat yang terkubur bencana itu tak hanya meninggalkan bentuk rumah, batu-batuan, dan penggambaran betuk Kota Pompeii. Namun juga ditemukan puluhan jasad warga Pompeii yang masih utuh!
Mayat-mayat penduduk Pompeii yang terkubur aliran piroklastik dan lava panas itu berada dalam kondisi utuh karena mengeras, membatu, dan diawetkan oleh abu vulkanik selama ribuan tahun. Mereka membatu dalam berbagai posisi yang seronok dan menggambarkan karakteristik penduduk Kota Pompeii yang mengumbar perzinahan. MasyaAllah.

Pengertian Ilmu Budaya Dasar

Pengertian Ilmu Budaya Dasar


Ilmu budaya dasar tentu berbeda dengan pengetahuan budaya. Pengetahuan budaya disini yaitu mengkaji manusia sebagai mahluk berbudaya dalam masalah nilai-nilai manusia (homo humanus).
Sedangkan ilmu budaya dasar adalah pengetahuan dasar dan pengertian umum tentang konsep-konsep yang dikembangkan untuk mengkaji masalah-masalah manusia dan kebudayaan.

Ilmu Budaya Dasar Menurut Para Ahli



1. Menurut Herskovits, ilmu budaya dasar adalah sebagai sesuatu yang turun temurun dari satu generasi ke generasi yang lain, yang kemudian disebut sebagai superorganic.

2. Menurut Andreas Eppink, ilmu budaya dasar adalah keseluruhan pengertian nilai sosial,norma sosial, ilmu pengetahuan serta keseluruhan struktur-struktur sosial, religius, dan lain-lain, tambahan lagi segala pernyataan intelektual dan artistik yang menjadi ciri khas suatu masyarakat.

3. Menurut Edward Burnett Tylor, ilmu budaya dasar adalah keseluruhan yang kompleks, yang di dalamnya terkandung pengetahuan, kepercayaan, kesenian, moral, hukum, adat istiadat, dan kemampuan-kemampuan lain yang didapat seseorang sebagai anggota masyarakat.

4. Selo Sumarjan dan Soelaeman soemardi merumuskan kebudayaan sebagai semua hasil karya, rasa dan cipta masyarakat

5. Menurut Sutan Takdir Alisyahbana, kebudayaan adalah manifestasi dari cara berfikir
6. Menurut Krober dan Kluckhon, kebudayaan terdiri atas berbagai pola, bertingkah laku mantap, pikiran, perasaan dan reaksi yang diperoleh dan terutama diturunkan oleh symbol-simbol yang menyusun pencapaiannya secara tersendiri dari kelompok-kelompok manusia, termasuk didalamnya perwujudan benda-benda materi, pusat esensi kebudayaan terdiri atas tradisi dan cita-cita atau paham, dan terutama keterikatan terhadap nilai-nilai. 
7. Menurut Koentjaraningrat, kebudayaan adalah keseluruhan sistem gagasan, milik diri manusia dengan belajar.
8. Menurut Bronislaw Malinowski, Kebudayaan adalah keseluruhan kehidupan manusia yang integral yang terdiri dari berbagai peralatan dan barang-barang konsumen, berbagai peraturan untuk kehidupan masyarakat, ide-ide dan hasil karya manusia, keyakinan dan kebiasaan manusia.
9. R. Linton dalam bukunya yang berjudul The Cultural background of personality menyatakan bahwa kebudayaan adalah konfigurasi dari sebuah tingkah laku dan hasil laku, yang unsur-unsur pembentuknya didukung serta diteruskan oleh anggota masyarakat tertentu .

Perbedaan Ilmu Budaya Dasar dan Ilmu Pengetahuan Sosial

- Ilmu budaya dasar adalah pengetahuan dasar dan pengertian umum tentang konsep-konsep yang dikembangkan untuk mengkaji masalah-masalah manusia dan kebudayaan.
 Ilmu Pengetahuan Sosial atau social studies merupakan pengetahuan mengenai segala sesuatu yang berhubungan dengan  masyarakat.