Jumat, 29 Desember 2017

Board Game


 TUGAS PENG. TEKNOLOGI SISTEM CERDAS




Nama : Reza Wirawan
Npm    : 15115850
Kelas   : 3KA10
Dosen   : Essy Malays Sari Sakti



UNIVERSITAS GUNADARMA
2017


11.1 Game Theory
 
Teori permainan adalah disiplin matematika yang berkaitan dengan studi tentang ideologi yang disarikan. Ini hanya aplikasi yang sangat lemah untuk game komputer real-time, namun terminologi yang digunakan dalam game berbasis giliran berasal darinya. Bagian ini akan memperkenalkan teori permainan yang cukup untuk memungkinkan Anda memahami dan menerapkan AI berbasis giliran, tanpa terjebak dalam poin matematika yang cerdas.

Types Of Game

Teori permainan mengklasifikasikan permainan sesuai dengan jumlah pemain, jenis sasaran yang dimiliki pemain tersebut, dan informasi yang dimiliki setiap pemain tentang permainan tersebut.

Kamis, 23 November 2017

Teknik Pembangunan Game AI

TUGAS PENG. TEKNOLOGI SISTEM CERDAS

Nama  : Reza Wirawan
Npm    :15115850
Kelas   : 3KA10
Dosen  : Essy Malays Sari Sakti 


UNIVERSITAS GUNADARMA
2017


Movement

 
Komputer sebagai alat untuk pemindahan data yaitu untuk  pemindahan data yang telah dibuat dan akan bisa membuka kembali file yang telah kita buat dengan cara mengcopy paste file yang telah kita buat. Contohnya dari keyboard ke layar monitor. Dalam game, movement adalah metode yang menekankan konsep gerak tubuh, meliputi konsep kesadaran tubuh, konsep usaha, konsep ruang, dan konsep keterhubungan.
 

Pathfinding
 
Pencarian jalur (pathfinding) merupakan bagian dari medel AI. Algoritma pathfinding menggunakan ‘Directed Non-Negative Weighted Graph’. Algoritma seperti Dijkstra dan A* menggunakan struktur data graf . Graf digunakan untuk menggambarkan jalur yang dapat diambil pada sebuah geometri ruang.

Kamis, 16 November 2017

Kecerdasan Buatan dan Permainan (AI and Games)

TUGAS PENG. TEKNOLOGI SISTEM CERDAS


Nama :Reza Wirawan
Npm    :15115850
Kelas   :3KA10
Dosen   :Essy Malays Sari Sakti





UNIVERSITAS GUNADARMA
2017


 Definisi Kecerdasan buatan

Apakah Artificial Intelligence (AI) atau Intelegensi Buatan itu?
AI dapat didefinisikan sebagai suatu mesin atau alat pintar (biasanya adalah suatu komputer) yang dapat melakukan suatu tugas yang bilamana tugas tersebut dilakukan oleh manusia akan dibutuhkan suatu kepintaran untuk melakukannya. Definisi ini tampaknya kurang begitu membantu, karena beberapa ahli berpendapat :
·         H.A Simon (1987):
o   “kecerdasan buatan merupakan kawasan penelitian, aplikasi dan instruksi yang terkait dengan pemrograman computer untuk melakukan sesuatu hal yang dalam pandangan manusia adalah cerdas”.
·         Rich and Knight (1991):
o   “sebuah studi tentang bagaimana membuat komputer melakukan hal-hal yang pada saat ini dapat dilakukan dengan lebih baik oleh manusia”.
·         Encyclopedia Britannica:
o   “merupakan cabang dari ilmu computer yang dalam merepresentasi pengetahuan lebih banyak menggunakan bentuk symbol-simbol dari bilangan, dan memproses informasi berdasarkan metode heuristic atau berdasarkan sejumlah aturan”
Tujuan dari kecerdasan buatan menurut Winston dan Prendergast (1984):
1.      Membuat mesin menjadi lebih pintar (tujuan utama)
2.      Memahami apa itu kecerdasan (tujuan ilmiah)
3.      Membuat mesin menjadi lebih bermanfaat (tujuan entrepreneurial)

Selasa, 07 November 2017

Ketidakpastian dan Penalaran Probabilitas

  TUGAS PENG. TEKNOLOGI SISTEM CERDAS
Nama : Reza Wirawan
Npm    :15115850
  Kelas   :3KA10
Dosen   :Essy Malays Sari Sakti





UNIVERSITAS GUNADARMA
2017


Ketidakpastian dan Penalaran Probabilitas

Ketidakpastian

Ketidakpastian dapat dianggap sebagai suatu kekurangan informasi yang memadai untuk membuat suatu keputusan.Ketidakpastian merupakan suatu permasalahan karena mungkin menghalangi kita dalam membuat suatu keputusan yang terbaik bahkan mungkin dapat menghasilkan suatu keputusan yang buruk. Dalam dunia medis, ketidakpastian mungkin menghalangi pemeriksaan yang terbaik untuk para pasien dan berperan untuk suatu terapi yang keliru. Dalam bisnis, ketidakpastian dapat berarti kerugian keuangan.Sejumlah teori yang berhubungan dengan ketidakpastian telah ditemukan, diantaranya probabilitas klasik, probabilitas Bayes, teori Hartley yang berdasarkan pada himpunan klasik, teori Shanon yang didasarkan pada peluang, teori Dempester-Shafer dan teori fuzzy Zadeh.

Kamis, 26 Oktober 2017

Representasi Pengetahuan

TUGAS PENG. TEKNOLOGI SISTEM CERDAS

Nama :Reza Wirawan
NPM    :15115850
Kelas   :3KA10
Dosen :Essy Malays Sari Sakti



UNIVERSITAS GUNADARMA
2017

Representasi  Pengetahuan

Representasi dimaksudkan untuk menangkap sifat-sifat penting problema dan membuat informasi tsb. Dapat di akses oleh prosedur pemecahan permasalahan.Bahasa repsentasi harusa dapat membuat seorang pemrogram mampu mengekspresikan pengetauan yang di pelukan untuk mendapatkan solusi permasalahan.

1.          Rekayasa ontologi

Teknik ontologi dalam ilmu komputer dan ilmu informasi adalah bidang yang mempelajari metode dan metodologi untuk membangun ontologi: representasi formal dari sekumpulan konsep dalam domain dan hubungan antara konsep-konsep tersebut. Representasi konsep abstrak berskala besar seperti tindakan, waktu, objek fisik dan kepercayaan akan menjadi contoh teknik ontologis.

Kamis, 19 Oktober 2017

Logika Orde Pertama

 TUGAS PENG. TEKNOLOGI SISTEM CERDAS



Nama : Reza Wirawan
Npm    : 15115850
Kelas   : 3KA10
Dosen   : Essy Malays Sari Sakti





UNIVERSITAS GUNADARMA
2017


     Logika Order Pertama adalah sebuah bahasa formal yang digunakan di ilmu matematika, philosophy, bahasa dan ilmu computer. Disebut juga kalkulus predikat, merupakan logika yang digunakan untuk merepresentasikan masalah yang tidak dapat direpresentasikan dengan menggunakan proposisi. Logika predikat dapat memberikan representasi fakat-fakta sebagai suatu pernyataan yang mapan (well form). Kalkulus predikat bisa menganalisakan kalimat-kalimat ke dalam subjek dan argumen dalam berbagai cara yang berbeda-beda, yang pada akhirnya kalkulus predikat bisa digunakan untuk memecahkan problem of multiple generality (masalah dalam berbagai keadaan umum) yang telah membingungkan sebagian besar ahli-ahli logika abad pertengahan. Dengan menggunakan logika predikat ini, untuk pertama kalinya, para ahli-ahli logika bisa memberikan quantifier yang cukup umum untuk merepresentasikan semua argumen yang terdapat pada natural language.

Kamis, 12 Oktober 2017

Agen Logika


TUGAS PENG. TEKNOLOGI SISTEM CERDAS
 

Nama   : Reza Wirawan
Npm     : 15115850
Kelas    : 3KA10
Dosen   : Essy Malays Sari Sakti



UNIVERSITAS GUNADARMA
2017


PENGENALAN LOGICAL AGENT


Agen logika merupakan agen yang memiliki kemampuan bernalar secara logika. Ketika beberapa solusi tidak secara eksplisit diketahui, maka diperlukan suatu agen berbasis logika. Logika sebagai Bahasa Representasi Pengetahuan memiliki kemampuan untuk merepresentasikan fakta sedemikian sehingga dapat menarik kesimpulan (fakta baru, jawaban). Sedangkan pengetahuan merupakan komponen yang penting, sehingga terdapat perbedaan jika diterapkan pada dua agent, yakni problem solving agent dan knowledge-based agent.Agen Berbasis Pengetahuan atau Knowledge Base (KB) merupakan Himpunan representasi fakta yang diketahui tentang lingkungannya. Tiap fakta disebut sebagai sentence. Fakta tersebut dinyatakan dalam bahasa formal sehingga bisa diolah, menambahkan sentence baru ke KB. Inference Engine merupakan menentukan fakta baru yang dapat diturunkan dari pengetahuan yang sudah ada dalam KB. Agen Berbasis Pengetahuan dalam representasi, agent dapat dipandang dari knowledge level. Apa saja informasi yang diketahui? Misal sebuah robot “mengetahui” bahwa gedung B di antara gedung A dan gedung C. Agent dapat dipandang dari implementation level Bagaimana representasi informasi yang diketahuinya? Logical sentence di_antara(gdB, gdA, gdC). Natural language “Gedung B ada di antara gedung A dan gedung C”. Agen Berbasis Pengetahuan, pilihan representasi berpengaruh terhadap apa yang bisa dilakukan inference engine. Pada pendekatan deklaratif programmer memberitahu agent informasi tentang environment. Kalau informasi kurang, agen bisa melengkapinya sendiri. Jika dibandingkan dengan pendekatan prosedural programmer secara eksplisit memrogram agen untuk bertindak. Sehingga bagaimana jika program tidak benar, maka akan besar kemungkinan menyebabkan kesalahan.Agen

Kamis, 05 Oktober 2017

Strategi Pencarian Berbentuk (Heuristic Search Stragegy)

TUGAS PENG. TEKNOLOGI SISTEM CERDAS



Nama   : Reza Wirawan
Npm    : 15115850
Kelas   : 3KA10
Dosen  : Essy Malays Sari Sakti



Strategi pencarian berbentuk(heuristic search stragegy)

1.  Greedy Best First Search

Metode pencarian ini melakukan ekspansi node yang memiliki jarak terdekat dengan goal. Namun, ekspansi yang dilakukan pada metode ini menggunakan evaluasi node hanya dengan melihat kepada fungsi heuristiknya. Dengan kata lain, yang dibandingkan untuk penentuan ekspansi node adalah nilai estimasi/prediksinya saja.
                     f(n) = h(n)
2.  A* Search
Bentuk dari Best First Search yang paling dikenal adalah algoritma pencarian A* (dibaca dengan “A-star”). Sedikit berbeda dengan Greedy yang hanya melihat kepada nilai h(n), pencarian dengan A* melihat kepada kombinasi nilai dari pathnya yaitu g(n) dengan nilai estimasi yaitu h(n).
                    f(n) = g(n) + h(n)

Fungsi Heuristik
Fungsi heuristik yang digunakan merupakan prakiraan (estimasi) cost dari initial state ke goal state,yang dinyatakan dengan :
                   f'(n) = g(n) + h'(n)
Ket:
f’ = Fungsi evaluasi
g  = cost dari initial state ke current state
h’ = prakiraan cost dari current state ke soal state

Kamis, 28 September 2017

Penyelesaian Masalah Melalui Proses Pencarian/Searching

TUGAS PENG. TEKNOLOGI SISTEM CERDAS
Nama : Reza Wirawan
NPM : 15115850
Kelas : 3KA10
Dosen : Essy Malays Sari Sakti

Metode Pemecahan Masalah (Problem Solving Method)

a. Pengertian Metode Pemecahan Masalah (Problem solving Method)

Metode pemecahan masalah (problem solving) adalah penggunaan metode dalam kegiatan pembelajaran dengan jalan melatih siswa menghadapi berbagai masalah baik itu masalah pribadi atau perorangan maupun masalah kelompok untuk dipecahkan sendiri atau secara bersama-sama.
Penyelesaian masalah merupakan proses dari menerima tantangan dan usaha – usaha untuk menyelesaikannya sampai menemukan penyelesaiannya. menurut Syaiful  Bahri Djamara (2006 : 103) bahwa:

Metode problem solving (metode pemecahan masalah) bukan hanya sekedar metode mengajar tetapi juga merupakan suatu metode berfikir, sebab dalam problem solving dapat menggunakan metode lain yang dimulai dari mencari data sampai kepada menarik kesimpulan.

Menurut N.Sudirman (1987:146) metode problem solving adalah cara penyajian bahan pelajaran dengan menjadikan masalah sebagai titik tolak pembahasan untuk dianalisis dan disintesis dalam usaha untuk mencari pemecahan atau jawabannya oleh siswa. Sedangkan menurut  Gulo (2002:111) menyatakan bahwa problem solving adalah metode yang mengajarkan penyelesaian masalah dengan memberikan penekanan pada terselesaikannya suatu masalah secara menalar.

Pengenalan Kecerdasan Buatan

TUGAS PENG. TEKNOLOGI SISTEM CERDAS
Nama : Reza Wirawan
NPM : 15115850
Kelas : 3KA10
Dosen : Essy Malays Sari Sakti

1.1  Pengertian Kecerdasan buatan

       Kecerdasan Buatan adalah salah satu cabang ilmu pengetahuan yang berhubungan dengan pemanfaatan mesin untuk memecahkan persoalan yang rumit dengan cara yang lebih manusiawi. Hal ini biasanya dilakukan dengan mengikuti/mencontoh karakteristik dan analogy berpikir dari kecerdasan/intelegensia manusia. Dan menerapkannya sebagai algoritma yang dikenal dengan computer. Dengan suatu pendekatan yang kurang lebih fleksibel dan efisien dapat diambil tergantung keperluanm yang mempengaruhi bagaimana wujud dari perilaku kecerdasan buatan. AI biasanya dihubungkan dengan Ilmu Komputer, akan tetapi juga terkait erat dengan bidang lain seperti Matematika, Psikologi, Pengamatan, Biologi, Filosofi, dan yang lainnya.Kemampuan untuk mengkombinasikan pengetahuan dari semua bidang ini pada akhirnya akan bermanfaat bagi kemajuan dalam upaya menciptakan suatu kecerdasan  buat.

Sabtu, 22 April 2017

REVIEW ANALISA ITIL UNTUK ITSM

1. PENGANTAR ITSM KEBUTUHAN DI PASAR MESIR


   Jelas saat ini bahwa ukuran dari setiap perusahaan yang menggunakan IT untuk menangani hari mereka untuk bisnis hari semakin meningkat dalam cara yang sangat cepat. perusahaan ini tergantung lebih dan lebih setiap hari pada layanan TI dan pengolahan komputasi, itulah sebabnya mereka harus mempertimbangkan membangun dan menerapkan ITSM yang jelas dan prosesnya yang dapat mengontrol semua layanan TI yang lebih baik. Tapi ketika kita melihat di sekitar kita di hampir setiap perusahaan sekarang kita bisa menemukan mereka memiliki lebih dari satu tim insinyur profesional yang mencoba untuk melakukan yang terbaik dalam memecahkan hari ke hari ditemukan masalah dan membangun layanan baru dan solusi juga tanpa badan seperti kebijakan tertulis resmi yang mendefinisikan peran dan tanggung jawab masing-masing.Mostafa Mohamed AlShamy, Essam Elfakharany & Mostafa Abd ElAziemInternational Journal of Penelitian dan Manajemen Bisnis (IJBRM), Volume (3): Edisi (3): 2012 114

 Setelah beberapa waktu kehidupan tim-tim ini akan sangat sulit karena mereka akan berubah menjadi pejuang api sepanjang waktu, karena lingkungan meningkat dalam ukuran dan kompleksitas dan berubah setiap menit karena banyak pembaruan, perbaikan panas dan perubahan kebutuhan bisnis terlalu. Masalahnya akan meningkat jika perusahaan adalah perusahaan besar dengan pelanggan yang berbeda di lokasi yang berbeda dengan kebutuhan yang berbeda dan kustomisasi diperlukan. Masalah tim ini menghadapi setiap sekarang dan kemudian adalah karena:

1- Tidak memiliki sistem memelihara dan mengoptimalkan insiden dan manajemen masalah. 
2- Tidak memiliki sistem menjaga dan mengoptimalkan manajemen perubahan.
3- Memiliki kemampuan untuk merancang layanan baru karena mereka kehilangan waktu mereka di insiden saat pemadam kebakaran dan masalah dan implementasi perubahan gagal. 
4- Bekerja banyak waktu setiap hari dan bahkan memiliki pergeseran di akhir pekan. 
5- Kehilangan kepuasan dan loyalitas pelanggan mereka. 
6- Melakukan ulang sepanjang waktu karena tidak ada dokumentasi dan transfer pengetahuan teknik.
7- kontrol Kehilangan atas layanan Ketersediaan, Continuity, rawatan dan Keamanan karena, yang tersisa dan dibuka kembali insiden saat ini dan masalah dan implementasi perubahan gagal. 
8- Menghabiskan lebih banyak uang pada layanan tanpa peningkatan output Service.

 Inilah sebabnya mengapa perusahaan besar perlu ITSM lebih dari yang kecil dan ini tidak berarti bahwa perusahaan-perusahaan kecil tidak perlu ITSM. Hal ini jelas bahwa semua perusahaan perlu ITSM dan itu tergantung pada ukuran perusahaan dan metodologi manajemen dalam memutuskan sampai sejauh mana itu akan membutuhkan bantuan dari ITSM.

 2. PENDAHULUAN ITIL V3 ITIL V3

sekarang dianggap kerangka publik terbaik untuk IT Service Management dan itu termasuk praktik terbaik untuk setiap layanan TI di perusahaan apakah perusahaan ini adalah departemen TI internal yang memberikan layanan kepada karyawan internal dan departemen seperti yang digambarkan di bawah ini di angka 1, unit Shared Service (SSU) yang merupakan departemen iT di kelompok perusahaan dan memberikan layanan kepada semua karyawan di perusahaan kelompok ini seperti yang digambarkan di bawah ini pada gambar 2 atau penyedia layanan eksternal yang melayani perusahaan lain di pasar seperti yang digambarkan di bawah ini di angka 3:
 GAMBAR 1: internal Service Provider [3]
 Mostafa Mohamed AlShamy, Essam Elfakharany & Mostafa Abd ElAziemInternational Journal of Penelitian dan Manajemen Bisnis (IJBRM), Volume (3): Edisi (3): 2012 115
GAMBAR 2: Share Unit Layanan Provider [4]
berubah? Layanan Operasi yang menjalankan dan mempertahankan layanan pelanggan gunakan untuk mencapai tujuan bisnis mereka? Peningkatan Pelayanan terus-menerus yang berkaitan dengan layanan di seluruh siklus hidup untuk memastikan perbaikan terus-menerus untuk mempertahankan nilai layanan.Mostafa Mohamed AlShamy, Essam Elfakharany & Mostafa Abd ElAziemInternational Journal of Penelitian dan Manajemen Bisnis (IJBRM), Volume (3): Edisi (3): 2012 GAMBAR 3: Eksternal Service Provider [5]

  ITIL mendefinisikan pelayanan sebagai “Sebuah cara memberikan nilai kepada pelanggan dengan memfasilitasi hasil pelanggan ingin mencapai tanpa kepemilikan biaya dan risiko spesifik.” [6] yang menjelaskan setiap penyedia layanan arti sebenarnya dari layanan yang merupakan nilai yang disampaikan ke pelanggan untuk meningkatkan kemampuan mencapai tujuan dengan risiko didampingi dan biaya. ITIL V3 juga dibagi layanan TI siklus hidup untuk lima tahap seperti pada gambar 4 dan mereka adalah:? Strategi layanan yang mendefinisikan kebutuhan pelanggan dan kemampuan penyedia layanan untuk memutuskan apakah untuk berinvestasi dalam kebutuhan ini dan apakah mereka akan bermanfaat atau tidak? Layanan Desain yang merancang layanan dengan segala aspeknya seperti arsitektur teknis, sistem manajemen, sistem pengukuran dan proses? Layanan Transisi yang membangun, tes dan memberikan layanan baru dan 116


 GAMBAR 4: ITIL V3 Service Lifecycle [7]Lima tahap siklus hidup ditunjukkan pada gambar 5 mengandung sekitar dua puluh proses.
 Mostafa Mohamed AlShamy, Essam Elfakharany & Mostafa Abd ElAziemInternational Journal of Penelitian Bisnis dan Manajemen (IJBRM), Volume (3

Referensi/Sumber :

Senin, 20 Maret 2017

ITSM & Service Strategy

MATERI LANJUTAN PART 2

3. LAYANAN DESAIN
PENGANTAR
Setelah sebuah organisasi telah menetapkan strategi TI itu ingin mengejar, menggunakan tahap desain layanan dari siklus hidup untuk menciptakan layanan baru yang layanan transisi kemudian memperkenalkan ke dalam hidup environment.In demikian, desain layanan bertujuan untuk mengambil langkah yang diperlukan untuk memastikan bahwa layanan baru akan melakukan seperti yang direncanakan dan memberikan fungsi dan manfaat dimaksudkan oleh bisnis. Prinsip ini adalah jantung dari pendekatan ITIL dan mengapa sebagian besar design processes layanan difokuskan pada pengendalian operasional:
  • Layanan manajemen katalog;
  • Manajemen tingkat layanan;
  • Manajemen kapasitas;
  • Koordinasi desain;
  • Manajemen ketersediaan;
  • IT manajemen kontinuitas layanan;
  • Manajemen keamanan informasi;
  • Manajemen pemasok.
Kontribusi yang tahap desain layanan dari siklus hidup membuat karenanya dapat diringkas sebagai menjamin terciptanya layanan hemat biaya yang menyediakan tingkat kualitas yang diperlukan untuk memuaskan pelanggan dan stakeholder sepanjang hidup layanan.Namun, fakta bahwa kebutuhan bisnis berubah dari waktu ke waktu dan menghasilkan kebutuhan atau kesempatan untuk perbaikan lebih lanjut, berarti bahwa bahkan sebuah organisasi dengan proses desain layanan dewasa akan perlu untuk membuat perubahan pada layanan sepanjang hidup mereka. Oleh karena itu desain layanan memiliki peran penting untuk bermain di mendukung peningkatan pelayanan terus-menerus dan sama pentingnya untuk mengelola perubahan untuk layanan yang ada seperti di merancang layanan baru. Dalam hal ini, servicedesign juga harus mempertimbangkan dampak dari kegiatannya pada layanan secara keseluruhan, sistem, arsitektur, alat-alat dan pengukuran untuk meminimalkan potensi gangguan ketika layanan baru atau diubah diperkenalkan ke dalam hidup lingkungan Hidup.
MENGAPA LAYANAN DESAIN?
Tanpa desain layanan mapan, layanan akan menjadi kurang stabil dan lebih mahal untuk mempertahankan dan menjadi semakin kurang mendukung bisnis dan kebutuhan pelanggan. Selanjutnya, biaya mengoreksi kekurangan ini hampir selalu lebih tinggi daripada biaya yang seharusnya dikeluarkan untuk mencegah mereka di tahap desain.
Tidak setiap perubahan akan memerlukan kegiatan desain layanan. Sebaliknya ini disediakanuntuk perubahan ‘signifikan’. Setiap organisasi harus memutuskan definisi sendiri ‘Signifikan’ dan menggunakan proses perubahan manajemen untuk menilai signifikansi dari setiap perubahan dan karena itu apakah kegiatan desain layanan harus digunakan.
desain pelayanan yang baik akan memberikan berbagai manfaat bisnis yang membantu untuk menggarisbawahi pentingnya dalam desain layanan baru dan berubah. ini adalah diringkas di bawah ini:
  • Layanan biaya yang lebih rendah karena dukungan dan peningkatan yang lebih rendah biaya, terkemuka untuk menurunkan total biaya kepemilikan (TCO).
  • Jasa yang secara konsisten memberikan tingkat diperlukan kualitas dan keselarasan
untuk bisnis dan kebutuhan pelanggan.
  • Lebih cepat dan lebih mudah pengenalan layanan baru dan perubahan.
  • Pemerintahan yang lebih baik untuk memastikan kepatuhan terhadap aturan hukum dan perusahaan dan pedoman.
  • Kemampuan pengukuran yang lebih baik untuk mendukung pengambilan keputusan dan terus-menerus perbaikan.
Miskin perencanaan, persiapan dan manajemen alasan umum untuk kegagalan rencana dan proyek-proyek pada umumnya dan desain dan penyebaran baru dan berubah layanan pada khususnya. ITIL membantu mencegah hal ini dengan menawarkan bimbingan mempersiapkan dan merencanakan penggunaan orang, proses, produk dan mitra: Empat Ps desain layanan. (N.B. Hal ini penting untuk tidak bingung ini dengan Empat Ps strategi pelayanan dibahas dalam Bab 2.
LIMA ASPEK UTAMA LAYANAN DESAIN
  • Pengenalan layanan baru atau diubah melalui identifikasi akuratkebutuhan bisnis dan definisi yang disepakati persyaratan layanan.
  • Sistem manajemen pelayanan dan alat-alat seperti portofolio layanan,memastikan saling konsistensi dengan layanan lain dan alat yang tepat dukungan.
  • Kemampuan arsitektur teknologi dan sistem manajemen untuk beroperasi dan mempertahankan layanan baru.
  • Kemampuan dari semua proses, bukan hanya orang-orang dalam desain layanan, untuk mengoperasikan dan mempertahankan layanan baru dan berubah.
  • Merancang metode pengukuran yang sesuai dan metrik yang diperlukan untuk analisis kinerja pelayanan, meningkatkan pengambilan keputusan dan terus-menerus perbaikan.
TUJUAN LAYANAN DESAIN
Dari pertimbangan di atas, kita dapat menghargai bahwa tujuan utama desain layanan adalah:
  • Untuk merancang layanan yang tidak hanya memenuhi bisnis dan pemangku kepentingan tujuan Dari segi kualitas, kemudahan penggunaan, kepatuhan dan keamanan, tetapi juga meminimalkan total biaya kepemilikan;
  • Untuk merancang efisien dan efektif kebijakan, rencana, proses, arsitektur dan kerangka kerja untuk mengelola layanan di seluruh siklus hidup mereka;
  • Untuk mendukung layanan transisi dalam mengidentifikasi dan mengelola risiko yang terkait dengan memperkenalkan layanan baru atau diubah;
  • Untuk merancang sistem pengukuran untuk menilai efisiensi dan efektivitasdesain layanan dan kiriman nya;
  • Untuk berkontribusi peningkatan pelayanan terus-menerus (CSI), terutama dengan merancang fitur dan manfaat dan kemudian menanggapi peluang peningkatandiidentifikasi dari lingkungan operasional.
LAYANAN DESAIN PAKET
Tahap desain mengambil satu set persyaratan bisnis baru atau diubah dan berkembang solusi untuk menemui mereka. Solusinya dikembangkan diteruskan ke layanan transisi untuk menjadidibangun, diuji dan disebarkan ke lingkungan hidup.
Namun, tidak cukup hanya untuk lulus desain teknis atau arsitektur untuk layanan transisi. Tim layanan transisi akan membutuhkan lebih dari ini untuk memberikan layanan berfungsi penuh yang menyediakan utilitas dan garansi diharapkan. Mereka perlu cetak biru yang mencakup semua aspek layanan baru. Cetak biru ini diketahui sebagai paket layanan desain.
(Desain Service) dokumen (s) mendefinisikan semua aspek layanan TI dan kebutuhan mereka melalui setiap tahap siklus hidup. Sebuah paket layanan desain diproduksi untuk setiap baru layanan TI, besar perubahan atau layanan IT pensiun.
Isi utama dari paket layanan desain meliputi:
  • Definisi layanan, setuju kebutuhan bisnis dan bagaimana dan di mana Layanan akan digunakan;
  • Desain layanan termasuk desain arsitektur, kebutuhan fungsional, SLR / SLA (jika tersedia), layanan dan persyaratan manajemen operasional termasuk metrik dan indikator kinerja utama, layanan pendukung dan perjanjian;
  • Dodel layanan menunjukkan struktur keseluruhan dan dinamika layanan, menunjukkan bagaimana pelanggan dan layanan aset, fungsi manajemen layanan dan proses datang bersama-sama untuk memberikan nilai;
  • Penilaian kesiapan organisasi dan implikasinya;
  • Rencana yang mencakup semua tahap siklus hidup layanan;
  • Rencana untuk transisi layanan (meliputi membangun dan perakitan, pengujian, release dan deployment) dan untuk penerimaan layanan operasional;
  • Kriteria penerimaan dan strategi dan rencana untuk pengujian penerimaan pengguna.
  1. SERVICE TRANSISI
Ada telah sering menjadi pemutusan antara pembangunan dan operasi departemen dalam IT, yang telah akibatnya menyebabkan banyak implementasi yang gagal layanan baru atau diubah. Layanan transisi berkaitan dengan menjembatani kesenjangan yang lancar, memastikan bahwa persyaratan operasional sepenuhnya dipertimbangkan dan dipenuhi untuk sebelum ada sesuatu yang pindah ke lingkungan hidup, termasuk dokumentasi dan pelatihan bagi pengguna dan staf pendukung. Layanan transisi juga bertanggung jawab untuk dekomisioning dan penghapusan layanan yang tidak lagi diperlukan.
Transisi yang mulus dicapai dengan mengambil paket desain layanan baru atau diubah(SDP) dari tahap desain layanan, pengujian untuk memastikan bahwa itu benar memenuhikebutuhan bisnis, dan menggunakan itu dalam lingkungan produksi.
Beberapa proses yang dijelaskan dalam fase ini juga digunakan dalam fase lainnya, khususnya pengetahuan layanan, perubahan dan aset layanan dan konfigurasi pengelolaan.
Yayasan silabus hanya membutuhkan pengetahuan rinci dari lima daerah yang diarsir dalam diagram (yaitu manajemen perubahan, SACM, rilis dan manajemen penyebaran, manajemen pengetahuan dan transisi perencanaan dan dukungan), masing-masing yang memiliki bab terpisah dalam Bagian 3. Sisanya ditutupi kemudian di ini bab.
MAKSUD DAN TUJUAN
Tujuan dari transisi layanan adalah untuk:
  • Menetapkan harapan pelanggan tentang bagaimana layanan baru atau diubah akan memungkinkan bisnis perubahan;
  • Memungkinkan pelanggan untuk mengintegrasikan rilis mulus ke dalam bisnis mereka proses dan jasa;
  • Mengurangi variasi dalam kinerja diprediksi dan aktual dari layanan sekali mereka diperkenalkan;
  • Mengurangi kesalahan dikenal dan meminimalkan risiko dari perubahan;
  • Memastikan bahwa layanan dapat digunakan dalam cara di mana diperlukan.
Tujuannya adalah untuk:
  • Merencanakan dan mengelola sumber daya untuk memperkenalkan dan mengaktifkan baru atau diubah pelayanan kepada lingkungan hidup dalam biaya, kualitas dan waktu yang diprediksi perkiraan;
  • Meminimalkan dampak yang tidak diperkirakan pada produksi jasa, operasi dan dukungan organisasi;
  • Meningkatkan pelanggan, pengguna dan kepuasan staf manajemen layanan dengan penyebaran layanan baru atau diubah, termasuk komunikasi, rilis dokumentasi, pelatihan dan transfer pengetahuan;
  • Meningkatkan penggunaan yang benar dari layanan dan aplikasi yang mendasari dan
solusi teknologi;
  • Memberikan rencana yang jelas dan komprehensif yang memungkinkan keselarasan antara bisnis dan layanan transisi.
TUJUAN PROSES DAN NILAI
Bagian 3 berisi rincian tentang lima dari proses dalam fase ini. Sisa dua proses dan aktivitas ‘mengelola organisasi dan pemangku kepentingan change’described singkat di bawah.
Layanan validasi dan pengujian
Tujuan dari validasi layanan dan pengujian adalah untuk memastikan bahwa baru atau diubah pelayanan dan proses rilis yang terkait akan memenuhi kebutuhan bisnis di biaya setuju. Layanan validasi dan pengujian kegiatan dapat diterapkan di seluruh layanan siklus hidup untuk memberikan jaminan kualitas dari setiap aspek layanan. Lengkap end-to-end layanan perlu dipertimbangkan dan baik secara internal maupun eksternal komponen pelayanan maju termasuk. Layanan validasi memberikan nilai dengan mencegah kegagalan layanan yang dapat membahayakan penyedia layanan dan aset pelanggan, yang dapat mengakibatkan hasil seperti kehilangan reputasi, kerugian finansial, penundaan waktu, cedera atau bahkan kematian.
Perubahan evaluasi
Evaluasi adalah proses generik yang mempertimbangkan apakah kinerja sesuatu yang diterima, nilai uang, sesuai dengan tujuan dan apakah pelaksanaan dapat melanjutkan berdasarkan kriteria yang ditetapkan dan disepakati. Tujuan evaluasi perubahan adalah:
  • Untuk mengevaluasi efek dimaksudkan perubahan dan sebanyak yang tidak diinginkan efek kapasitas yang diberikan cukup praktis, sumber daya dan organisasi kendala;
  • Untuk memberikan output berkualitas baik dari proses evaluasi sehingga perubahan itu manajemen dapat mempercepat keputusan yang efektif tentang apakah perubahan adalah untuk menjadi disetujui atau tidak;
  • Untuk menetapkan harapan pemangku kepentingan dengan benar.
Ruang lingkup meliputi evaluasi layanan baru atau diubah didefinisikan oleh desain layanan, selama penyebaran dan sebelum transisi akhir untuk produksi lingkungan Hidup.
Mengelola perubahan organisasi dan pemangku kepentingan
Sementara peran dasar layanan transisi adalah untuk mengimplementasikan layanan baru atau diubah, sebuah Perubahan penting apapun dapat melibatkan perubahan organisasi, mulai dari bergerak beberapa staf untuk bekerja dari tempat baru hingga perubahan besar dalam sifat bisnis bekerja (ritel misalnya dari tatap muka dengan perdagangan berbasis web). upaya perubahan Organisasi gagal atau jatuh pendek dari tujuan mereka karena perubahan dan transisi tidak dipimpin, dikelola dan dipantau secara efisien di seluruh organisasi dan seluruh proses perubahan. oleh karena itu layanan transisi perlu memastikan bahwa setiap implikasi seperti dianggap dan dibawa ke perhatian yang relevan pemangku kepentingan untuk memastikan bahwa organisasi siap untuk menerima dan menggunakan baru layanan ketika diperkenalkan.
TANTANGAN
Membangun transisi layanan yang efektif dapat menantang. Berikut ini adalah beberapa dari masalah yang bisa timbul dan perlu dikelola:
  • Memastikan bahwa semua aktivitas perubahan didorong melalui transisi layanan.
  • Menyeimbangkan kebutuhan yang berkembang dari bisnis terhadap kebutuhan untuk melindungi hidup jasa (yaitu menjadi responsif sambil mempertahankan perlindungan yang sesuai).
  • Mengintegrasikan dengan pengembangan dan proyek siklus hidup yang secara tradisional adalahindependen.
  • Memiliki kewenangan dan pemberdayaan yang tepat untuk menjalankan proses sebagaimana didefinisikan.
  • Mengelola persepsi masyarakat sehingga proses tidak dilihat sebagai penghalang untuk mengubah atau sebagai lebih dari birokrasi.
PERAN 
Manajer Layanan transisi bertanggung jawab untuk perencanaan dan mengkoordinasikan sumber daya untuk menyebarkan rilis utama dalam memprediksi biaya, waktu dan kualitas memperkirakan.